Too Cool for Internet Explorer

 

mom

Mom

This page is dedicated to my beloved mother, that through her love this page was created in memory of her, who died due to a cirrhosis of liver on Oct. 11, 2004 but inspires me as yet. I created this site because she was, is, and will always be the most important person in my life, the most wonderful woman ever. I have added on items about mothers and things that have touched my heart in memory of her. Directly below, you will find the poem I read at her funeral. That was probably the hardest thing I have ever done. If you have lost a loved one and would like to talk or share, please don’t hesitate to email me.

Bunda,
Pada saat pintu kelahiran dibukakan
Kaulah yang memberi sinar
pada detik tangisan yang berkumandang
dan disitu, kau dianugrahkan cahaya surga
dalam hatimuBunda,
Engkau jualah yang mencorakkan
warna putih dalam hati kami
Dan tanganmu yg mengayunkan buaian
menitipkan semangat juang
untuk mengguncang dunia.

Terima kasih atas segala kasih sayang
yang telah engkau curahkan
Terima kasih atas segala kesabaran
yang telah engkau pertahankan
Terima kasih karena tiada pernah putus asa
mendidik dan merestui kami
Terima kasih karena menerima kami apa adanya.

Bunda,
Maafkan kami karena terlalu sering menyusahkanmu
Percayalah, kami tidak pernah bermaksud begitu
Maafkan kami karena terlalu sering keliru memahamimu
Percayalah, sesungguhnya kami teramat mencintaimu.

Bunda,
Kau adalah segala-galanya bagiku
tak ada yang dapat menggantikanmu
Karena engkaulah ciptaanNya yang terbaik didunia…!

Terimalah kata kasih kami, Bunda
Untuk setiap irama detak jantungmu
Ketika melagukan kedamaian
pada setiap tutur katamu
ketika melantunkan ketabahan
tanpa gagal mengekalkan dunia
Selamat Jalan, Bunda tercinta
Surga telah disediakan untukmu

My Mother’s Favourite Poem

BOCAH MALAIKAT
~ Rabindranath Tagore ~

Biarkanlah kehidupanmu hadir ditengah² mereka
seperti berkas cahaya terang, anakku.
Tak berkedip dan murni
dan menyinari mereka dlm keheningan
Mereka kejam dalam ketamakan
dan iri dalam keinginan
Perkataannya bagaikan pisau² tersembunyi
yang haus darah.

Pergi dan berdirilah ditengah² mereka
yang berhati murka, anakku
dan biarkanlah sepasang matamu yang lembut
menatap mereka seperti kedamaian senja
yang memaafkan perselisihan sepanjang hari
Biarkan mereka menatap wajahmu, anakku

Dan mengetahui makna segala hal
Biarkan mereka mencintaimu,
Kemudian saling mencintai satu sama lain.
Datang dan ambillah tempat dudukmu.
didekapan yang tak terbatas, anakku
Saat fajar menyingsing,
Bangunkan hatimu seperti bunga yg mekar
Dan kala senja tiba,
tundukkan kepalamu dalam keheningan
Sebagai penutup ucapan syukur hari itu

Comments are closed.