Too Cool for Internet Explorer

It’s been awhile. I keep telling myself I’m going to post more often, and then I don’t. I haven’t had a lot of time to blog lately, and when I do have time I either don’t have anything to write about or I’ve forgotten what I wanted to write! It’s usually the latter. I’ll think of something when I’m nowhere near the computer, and then I forget about it.

I went to Bandung the weekend before last to see some of my friend. It was a short trip and not particularly exciting, so there’s not much to say about it. You know, it’s always been awful. It’s really not a good idea to take a trip to Bandung on weekend because u probably find nothing but traffic jam everywhere you drive in the town.
As I waited in my car for the traffic-light to change on, a half-age woman with a little boy on her hip come approaching my car. Stick out her hand at my car window and asked for money. I avoided eye contact and quickly said no and wished her would go away. I used to give money to the poor before, but this time was unusual. I dont know why? It was really not me. Maybe because it was hot, terrible traffic jam and i was hungry. I was in a bad mood. So I kept ignoring her even when the baby on her hip started to cry. I acted as if she wasnt there. Knowing that she would get nothing from me, she then went to the car in front of me. Through the back window of the car, i saw a family of 5 in there. The parent sat at the front and children on the back-seat of the car. The poor woman stood by the driver’s car window, did the same as she’d done to me before.

The family in front of me didn’t gave money to her. Instead, they handed her a package of a famous-branded fried chicken and a chocolate bar for the little boy. The poor took a deep bow to the samaritan and then she left as the light had turn into green.
I can not tell you how stunned i was. I felt guilty. I felt like i had been snapped on my face. I felt ashamed of myself. Gowd, what happened to me? The family in front of me has shown me how selfish i am, how worse i have treated the poor woman. What kind of human am I?

Have been I desensitized by city life that it made me lost my compassion and humanism? I learned something since then. As long as i am capable to help people, there is no compromise. No matter how bad my situation is, the people who seriously need my help probably have a series of worse life than mine.

I will not make that mistake again.

Judul posting kali ini bukan tentang televisi atau cetak foto. Tapi tentang bagaimana seseorang melihat berbagai pengalaman yg terjadi dalam tidur. Jadi begini ceritanya…

Tadi pagi, salah seorang teman kantor berteriak begitu melihat saya masuk ke ruangan (iih.. kayak ngeliat hantu aja ya, pake teriak segala)

“Dessyy… ya ampuun. Percaya gak sih semalem gw mimpi’in elu. Baju yg gw liat semalem juga mirip banget ama yang loe pake sekarang. Padahal kan elu jarang banget ya pake baju ini ya, Dess?”

Emang bener sih, hari ini saya memakai kemeja kotak² putih hitam merah. Baju ini emang jarang saya pakai karena ukurannya terlalu besar untuk badan saya. Tapi hari ini saya memakai baju ini karena saya merasa udara akan terasa panas siang ini sehingga saya mengantisipasi keadaan itu dengan memilih pakaian yang lebih longgar supaya ada cukup ruang untuk udara yg bergerak dikulit saya :D
Well, emang ada AC diruangan saya, 2 malah. Tapi terkadang dinginnya AC akhir2 ini kurang terasa menggigit di kulit.

OK, back on topic. Saya jadi bertanya², apakah mimpi kita sebenernya terlihat berwarna atau hitam putih, atau abu²? Apakah teman saya itu dalam mimpinya benar² yakin melihat saya memakai kemeja kotak² putih, merah & hitam? Atau cuma perasaaan aja? Jika hari ini saya tidak menggunakan baju ini, apakah teman saya mempunyai gambaran tentang motif baju saya yg dia lihat dalam mimpinya? How do people see dreams? Saya sendiri termasuk orang yg sering bermimpi, tapi setiap kali bangun, biasanya saya sering gagal mengingat-ingat mimpi saya semalam. Do dreams manifest in colors or black and white, or even grey? Penasaran kan? Sumpah, saya penasaran :P

Biasanya, jadwal saya begitu sampai di kantor adalah menyalakan komputer dan mengunjungi situs berita online. Dan menu berita utama santapan pagi saya biasanya adalah seputar sepakbola dan motogp. Setelah kenyang dengan menu utama kesukaan saya, saya beralih kehalaman lain yang berisi tentang berita  seputar kejadian² yang baru2 ini terjadi di tanah air. Saya menyebutnya menu penutup :)

Pagi itu, saya benar2 lapar informasi mengenai kekalahan AC Milan dari Genoa dan kemenangan Valentino Rossi di sirkuit terbaru di motogp, Indianapolis hari minggu kemarin. Saking penasarannya saya atas kekalahan itu, saya rela sarapan diatas meja kerja saya dan mengabaikan ajakan teman² saya untuk sarapan bersama di pantry. Begitu sampai dihalaman utama situs berita online, sebelum saya masuk kebagian berita olahraga, mata saya tertumbuk pada sebuah judul berita yg ditulis dengan huruf besar “Insiden Zakat Pasuruan - 21 Tewas dan 16 Orang Luka-luka”

Judulnya kenapa bisa seseram itu ya? Tiba2 saja, rasa penasaran saya tentang AC Milan and Valentino Rossi terkalahkan oleh rasa penasaran saya pada judul berita yang baru saja saya baca. Selanjutnya saya klik judul berita tadi untuk mengobati rasa penasaran saya.