Too Cool for Internet Explorer

Tapi oleh² yg saya maksud disini bukan sejenis makanan atau cendera mata. Tapi oleh² yg bikin yg bikin perut mules dan hati dongkol.

Scene 1: Didalam toko kue di Bandung

Lagi asik liat2 kue yg mau saya beli buat oleh2, tiba² terdengar seorang ibu bertanya nggak jauh dari tempat saya berdiri.

“Ini kue apa ya, mbak?”

Karena saya nggak merasa sebagai subyek yg ditanya si ibu tadi, saya cuek aja dan terus milih² kue.

“Mbak, ini kue apa ya?”

Kali ini intonasi suara agak lebih tinggi dari yang pertama hingga membuat saya menoleh ke arah suara dan, oh, seorang ibu dengan tas segede karung sinterklas ternyata sedang memandang saya. Segera saya menyadari situasi dan melihat kue yg ditunjuk si ibu.

“Itu kue risoles, bu.”
Ampun deh. Hare gene nggak tau kue risoles.

“Ohh, tapi bentuknya kok segitiga ya? Biasanya kan kotak panjang.”

Saya cuma nyengir kuda …

“Kalo yg ini isinya apa, mbak?”

“Kayaknya coklat. Tapi nggak tau juga sih”

“Kok nggak tau sih mbak?”

Ya, itulah yg saya alami hari Minggu kemarin waktu ber-arung jeram di sungai Cianten.
Saat itu sungai sedang meluap dan perahu yg kita tumpangi nggak siap menghadapi arus yg terbagi dua karena terhalang oleh batu besar yg ada ditengah sungai. Tak ayal lagi, perahu yg kita tumpangi terbalik karena terseret arus deras dan kemudian membentur dinding tebing sungai dan selanjutnya dihantam lagi oleh arus dari arah kanan. Teman² lain berhasil berpegangan pada perahu sementara saya terseret arus hingga jauh ke tengah sungai. Teman yg berhasil naik kembali keatas perahu melempar tali penyelamat. Tapi sial, lemparannya melesat jauh dari saya. Belom lagi hilang rasa panik, saya kembali tergulung oleh jeram liar lain yg ada didepan. Waktu itu saya sudah terlalu banyak menelan air membuat saya nggak sanggup bernafas dan mengeluarkan suara karena paru² & tenggorokan rasanya sudah penuh oleh air.

Mar

8

Saya pikir rakyat Indonesia saat ini emang lg diplonco ama pemerintahnya sendiri. Bedanya dengan perploncoan di kampus adalah kalo dikampus paling cuma uji mental; dibentak², dijemur atau paling banter merangkak di lumpur dan intervalnya paling lama cuma 2 minggu.

Kalo perploncoan nasional sejenis perploncoan stuktural. Pembentukan struktur petani & struktur cacing. How come?

Liat aja tuh, ditengah berita ttg bencana alam yg melanda di sana-sini, ditengah harga bahan pokok yg makin meroket, ditengah keberadaan minyak tanah yg makin langka sampe harus ngantri berjam-jam, kenyataannya gerai coklat yg tgl 4 Maret kemarin mengadakan launching di PIM justru laris manis diserbu pembeli.

Ah itu mah biasa atuuh…