Too Cool for Internet Explorer

Ibu,
Beberapa hari ini, ada banyak cerita yg ingin aku sampaikan. Ada banyak ragu yg ingin kuungkapkan. Banyak, Bu. Aku ingin menceritakan semuanya sambil menyandarkan kepala diatas pangkuanmu. Seperti yg sering kulakukan dulu. Tapi entah kenapa, saat ini, setiap kali aku mencoba untuk memulainya, hanya helaan nafas panjang yg terlontar. Lafalku seperti terkunci, dan aku hanya bisa kembali terdiam. Panjang. Sebenarnya ada banyak kejadian yg tidak aku mengerti. Sesekali aku ingin menguaknya dan menemukan jawabannya darimu. Tapi aku pikir, itu tak pantas. Tak ada yg pantas untuk bisa kuberikan padamu. Tak pernah cukup waktuku untuk berbakti padamu. Bahkan seribu untaian do’a yg kupanjatkan tak kan pernah bisa mengungkapkan betapa aku sebenarnya berperang dengan hatiku sendiri karena masih saja kukuh pada pendirianku, sampai detik ini. Meskipun seseorang telah mengetuk pintuku berkali2, aku masih belum bisa membukakannya. Maafkan aku Bu, karena aku kembali mengecewakanmu… untuk yg kesekian kali. Nyatanya, aku masih belum bisa menyediakan ruang yg cukup longgar untuk bisa menyisipkan segenggam rasa seperti rasa yg dulu pernah kupunya. Hati dan rasa menjadi terlalu sesak oleh masa lalu sehingga tak ada lagi ruang untuk masa kini.

  • Closed